<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DRAGON INSPIRATION</title>
	<atom:link href="http://dragoninspiration.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dragoninspiration.wordpress.com</link>
	<description>Menjadi Inspirasi untuk Perubahan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 May 2010 04:16:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dragoninspiration.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DRAGON INSPIRATION</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dragoninspiration.wordpress.com/osd.xml" title="DRAGON INSPIRATION" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dragoninspiration.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kisah Sepotong Kue</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com/2010/05/19/kisah-sepotong-kue/</link>
		<comments>http://dragoninspiration.wordpress.com/2010/05/19/kisah-sepotong-kue/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 04:16:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hrddragon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Human Relation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragoninspiration.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=89&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.</p>
<p>Wanita itupun sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”.</p>
<p>Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya<br />
satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.</p>
<p>Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”. Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.</p>
<p>Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih”. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya !!!</p>
<p>Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati.</p>
<p>Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih. Dan dialah pencuri kue itu !</p>
<p>Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.</p>
<p>Orang lainlah yang selalu salah<br />
Orang lainlah yang patut disingkirkan<br />
Orang lainlah yang tak tahu diri<br />
Orang lainlah yang berdosa<br />
Orang lainlah yang selalu bikin masalah<br />
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran</p>
<p>Padahal: Kita sendiri yang mencuri kue tadi. Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.</p>
<p>Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain. Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.</p>
<p>&lt;kiriman Ilsan Lase, ilsan.lase@dragon.co.id)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dragoninspiration.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dragoninspiration.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dragoninspiration.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dragoninspiration.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dragoninspiration.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dragoninspiration.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dragoninspiration.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dragoninspiration.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dragoninspiration.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dragoninspiration.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dragoninspiration.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dragoninspiration.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dragoninspiration.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dragoninspiration.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=89&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragoninspiration.wordpress.com/2010/05/19/kisah-sepotong-kue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c8298543b10d5fc5263a26e448fd200?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hrddragon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Pertama Kepemimpinan</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/11/12/pelajaran-pertama-kepemimpinan/</link>
		<comments>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/11/12/pelajaran-pertama-kepemimpinan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 10:51:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hrddragon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragoninspiration.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Seorang raja yang sudah memasuki usia senja sedang mempersiapkan putranya agar suatu ketika kelak dapat menggantikan dirinya. Ia mengirim putranya pada seorang bijak untuk belajar mengenai kepemimpinan. Setelah menempuh perjalanan panjang, bertemulah putra mahkota ini dengan si orang bijak. &#8221;Aku ingin belajar padamu cara memimpin bangsaku,&#8221; katanya. Orang bijak menjawab, &#8221;Masuklah engkau ke dalam hutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=85&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="smallfont"><strong><br />
</strong></div>
<hr size="1" /><!-- / icon and title --> <!-- message --></p>
<div id="post_message_1733">Seorang raja yang sudah memasuki usia senja sedang mempersiapkan<br />
putranya agar suatu ketika kelak dapat menggantikan dirinya. Ia<br />
mengirim putranya pada seorang bijak untuk belajar mengenai<br />
kepemimpinan.</p>
<p>Setelah menempuh perjalanan panjang, bertemulah putra mahkota ini<br />
dengan si orang bijak. &#8221;Aku ingin belajar padamu cara memimpin<br />
bangsaku,&#8221; katanya. Orang bijak menjawab, &#8221;Masuklah engkau ke<br />
dalam hutan dan tinggallah disana selama setahun. Engkau akan<br />
belajar mengenai kepemimpinan.&#8221;</p>
<p>Setahun berlalu. Kembalilah putra mahkota ini menemui si orang<br />
bijak. &#8221;Apa yang sudah kau pelajari?&#8221; tanya orang bijak. &#8221;Saya<br />
sudah belajar bahwa inti kepemimpinan adalah mendengarkan,&#8221;<br />
jawabnya. &#8221;Lantas, apa saja yang sudah engkau dengarkan?&#8221; &#8221;Saya<br />
sudah mendengarkan bagaimana burung-burung berkicau, air mengalir,<br />
angin berhembus dan serigala melonglong di malam hari,&#8221;<br />
jawabnya. &#8221;Kalau hanya itu yang engkau dengarkan berarti engkau<br />
belum memahami arti kepemimpinan. Kembalilah ke hutan dan tinggallah<br />
disana satu tahun lagi,&#8221; kata si orang bijak.</p>
<p>Walaupun penuh keheranan, putra mahkota ini kembali mengikuti saran<br />
tersebut. Setahun berlalu dan kembalilah ia pada si orang<br />
bijak. &#8221;Apa yang sudah kau pelajari,&#8221; tanya orang bijak. &#8221;Saya<br />
sudah mendengarkan suara matahari memanasi bumi, suara bunga-bunga<br />
yang mekar merekah serta suara rumput yang menyerap air. &#8221;Kalau<br />
begitu engkau sekarang sudah siap menggantikan ayahmu. Engkau sudah<br />
memahami hakekat kepemimpinan,&#8221; kata si orang bijak seraya memeluk<br />
sang putra mahkota.</p>
<p>Syarat utama kepemimpinan adalah kemampuan mendengarkan. Manusia<br />
diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut. Ini adalah isyarat<br />
bahwa kita perlu mendengar dua kali sebelum berbicara satu kali.<br />
Mulut juga didisain tertutup sementara telinga kita dibuat terbuka.<br />
Ini juga pertanda bahwa kita perlu lebih sering menutup mulut dan<br />
membuka telinga.</p>
<p>Prinsip dasar inilah yang sebetulnya perlu dipahami oleh seorang<br />
pemimpin dimana pun ia berada, apakah ia memimpin negara,<br />
perusahaan, organisasi, rumah tangga maupun diri sendiri. Semua<br />
masalah yang terjadi di dunia ini senantiasa bermula dari satu hal:<br />
Kita terlalu banyak bicara tapi kurang mau mendengarkan orang lain.<br />
Kita memiliki terlalu banyak statement (pernyataan), tetapi terlalu<br />
sedikit statesman (negarawan) yang ditandai dengan kemauan untuk<br />
mendengarkan pihak lain.</p>
<p>Tetapi, mendengarkan dengan telinga sebenarnya baru merupakan<br />
tingkat pertama mendengarkan. Seperti yang ditunjukkan dalam cerita<br />
di atas, seorang pemimpin bahkan dituntut untuk dapat mendengarkan<br />
hal-hal yang tak bisa didengarkan, menangkap hal-hal yang tak dapat<br />
ditangkap, serta merasakan hal-hal yang tak dapat dirasakan oleh<br />
orang kebanyakan.</p>
<p>Seorang pemimpin perlu mendengarkan dengan mata. Inilah tingkat<br />
kedua mendengarkan. Dalam proses komunikasi ada banyak hal yang<br />
tidak dikatakan tapi sering ditunjukkan dengan tingkah laku dan<br />
bahasa tubuh. Orang mungkin mengatakan tidak keberatan memenuhi<br />
permintaan Anda, tapi bahasa tubuhnya menunjukkan hal yang<br />
sebaliknya.</p>
<p>Seorang karyawan yang merasa gajinya terlalu rendah mungkin tidak<br />
menyampaikan keluhannya dalam bentuk kata-kata tetapi dalam bentuk<br />
perbuatan. Seorang yang merasa bosan dengan lawan bicaranya juga<br />
sering menunjukkan kebosanan itu lewat gerakan tubuhnya. Nah, kalau<br />
Anda tidak dapat menangkap tanda-tanda ini, Anda belum memiliki<br />
kepekaan yang diperlukan sebagai pemimpin.</p>
<p>Tingkat ketiga adalah mendengarkan dengan hati. Inilah tingkat<br />
mendengarkan yang tertinggi. Penyair Kahlil Gibran menggambarkan hal<br />
ini dengan mengatakan: &#8221;Adalah baik untuk memberi jika diminta,<br />
tetapi jauh lebih baik bila kita memberi tanpa diminta.&#8221; Kita<br />
memberikan sesuatu kepada orang lain karena penghayatan, rasa empati<br />
dan kepekaan kita akan kebutuhan orang lain. Disini orang tak perlu<br />
mengatakan atau menunjukkan apapun. Kitalah yang langsung dapat<br />
menangkap apa yang menjadi kebutuhannya. Komunikasi berlangsung dari<br />
hati ke hati dengan menggunakan &#8221;kecepatan cahaya&#8221;.</p>
<p>Sayang, amat jarang pemimpin di Indonesia yang memiliki kepekaan<br />
ini. Jangankan di level ketiga, untuk sampai ke level pertama yaitu<br />
mendengarkan dengan telinga saja masih banyak yang belum mampu.<br />
Lihatlah apa yang terjadi pada masyarakat kita. Berbagai bencana<br />
yang dialami masyarakat, mulai dari banjir, gempa bumi, flu burung,<br />
hingga demam berdarah tidak ditanggapi pemerintah dengan serius.</p>
<p>Bahkan himbauan dari berbagai kelompok masyarakat kepada para<br />
politisi tertentu agar tidak mencalonkan diri karena tergolong<br />
politisi busuk dan pelaku KKN dianggap sebagai angin lalu. Orang-<br />
orang ini &#8211; bahkan yang sudah terbukti tidak mampu sekalipun &#8211; masih<br />
ngotot mencalonkan dirinya sebagai presiden. Karena itu, marilah<br />
kita berdoa agar negara ini tidak lagi dipimpin oleh orang<br />
yang &#8221;tuli&#8221;, &#8221;bisu&#8221; dan &#8221;buta&#8221;. Apalagi oleh orang<br />
yang &#8221;buta&#8221; hati nuraninya dan hanya memikirkan kepentingan<br />
dirinya sendiri.</p>
<p>Sumber: Pelajaran Pertama Kepemimpinan oleh Arvan Pradiansyah, pengamat kepemimpinan dan penulis<br />
buku You Are A Leader!</p>
<p>diambil : http://forum.wintersat.com/hikmah-motivation-inspired-story/216-arti-sebuah-kepemimpinan.html</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dragoninspiration.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dragoninspiration.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dragoninspiration.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dragoninspiration.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dragoninspiration.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dragoninspiration.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dragoninspiration.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dragoninspiration.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dragoninspiration.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dragoninspiration.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dragoninspiration.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dragoninspiration.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dragoninspiration.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dragoninspiration.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=85&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/11/12/pelajaran-pertama-kepemimpinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c8298543b10d5fc5263a26e448fd200?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hrddragon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERUBAH DIRI</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/20/merubah-diri/</link>
		<comments>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/20/merubah-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 04:52:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hrddragon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragoninspiration.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Seorang karyawan pergi ke India dalam rangka tugas dari kantor. Namun, dalam waktu singkat, dia mengalami benturan kebudayaan. Segala sesuatu menjadi sangat menjengkelkan dia. Iklim, makanan, kondisi hidup, wajah-wajah aneh yang misterius di sekitarnya. Tapi hal yang membuatnya marah sebenarnya adalah hal yang remeh. Mereka memberinya sebuah kamar, dan ketika pindah ke sana dia memeriksa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=80&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="color:#333333;"><span style="font-size:small;"></span></span></div>
<p><span style="color:#333333;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;color:#333333;line-height:115%;">Seorang karyawan pergi ke India dalam rangka tugas dari kantor. Namun, dalam waktu singkat, dia mengalami benturan kebudayaan. Segala sesuatu menjadi sangat menjengkelkan dia. Iklim, makanan, kondisi hidup, wajah-wajah aneh yang misterius di sekitarnya. Tapi hal yang membuatnya marah sebenarnya adalah hal yang remeh. Mereka memberinya sebuah kamar, dan ketika pindah ke sana dia memeriksa setiap sudut dan celah dan sangat terkejut ketika dia melihat seekor tokek yang besar, gemuk dan jelek.</span></div>
<p><span style="font-size:12pt;color:#333333;line-height:115%;">Dia menjadi sangat marah, &#8220;Saya tidak mau hidup dengan makhluk itu.&#8221; Jadi, dia mencoba menangkap makhluk itu dengan berbagai cara, tapi sia-sia. Akhirnya, tokek itu bersembunyi di balik lemari. Orang itu malas untuk meminta bantuan dari orang lain. Namun, dalam kebingungan yang tak beralasan ini, tiba-tiba muncul gagasan bagus dari otaknya, yakni untuk berteman dengan tokek itu. Awalnya memang tidak mudah.</p>
<p><font color="#333333"><font size="3"><font face="Calibri"><font color="#333333">Hal pertama yang dilakukannya bila ia memasuki ruangan adalah mencari tokek itu, kemudian menyapanya, setelah itu dia bahkan memberinya nama. Dalam waktu singkat, tokek itu hampir menjadi teman bercakap-cakap. Kemudian dia juga mulai mencatat beberapa perbaikan dari tokek itu, misalnya bahwa dia mengurangi jumlah nyamuk di ruangan itu, menemaninya mengisi kesepian di ruangan itu dan kadang-kadang membangunkannya diwaktu pagi sehingga tidak telat ke kantor. Setelah beberapa saat, orang itu mulai menyadari bahwa masalah yang dahulu muncul tidak berasal dari lingkungan di sekitarnya tapi dari dalam dirinya sendiri.<br />
Realitas diciptakan oleh pikiran, kita bisa mengubah realitas dengan cara mengubah pikiran kita. </p>
<p></font></font></font></font></span><font color="#333333"><font size="3"><font face="Calibri"> </p>
<p></font></font></font></span><font color="#333333"><font size="3"> </p>
<p></font></font></span><font color="#333333"> </p>
<p></font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dragoninspiration.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dragoninspiration.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dragoninspiration.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dragoninspiration.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dragoninspiration.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dragoninspiration.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dragoninspiration.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dragoninspiration.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dragoninspiration.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dragoninspiration.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dragoninspiration.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dragoninspiration.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dragoninspiration.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dragoninspiration.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dragoninspiration.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dragoninspiration.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=80&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/20/merubah-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c8298543b10d5fc5263a26e448fd200?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hrddragon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Training Tanpa Learning</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/04/training-tanpa-learning/</link>
		<comments>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/04/training-tanpa-learning/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 03:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hrddragon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragoninspiration.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Training Dibutuhkan? Berdasarkan teori yang “standar”, training itu dibutuhkan dengan alasan-alasan di bawah ini:   1.   Menambah pengetahuan atau mengisi pengetahuan baru.  Dunia kerja atau dunia usaha mengalami lompatan perkembangan yang jauh lebih cepat dari lompatan yang terjadi pada dunia akademis.  Banyak hal baru yang belum pernah ada bukunya di sekolah, tetapi sudah muncul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=71&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></p>
<h2 style="margin:auto 0;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Mengapa Training Dibutuhkan?</span></span></em></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Berdasarkan teori yang “standar”, training itu dibutuhkan dengan alasan-alasan di bawah ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">1.   Menambah pengetahuan atau mengisi pengetahuan baru.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dunia kerja atau dunia usaha mengalami lompatan perkembangan yang jauh lebih cepat dari lompatan yang terjadi pada dunia akademis.  Banyak hal baru yang belum pernah ada bukunya di sekolah, tetapi sudah muncul dalam dunia kerja atau dunia usaha, terutama sekali yang ada hubungannya dengan teknologi atau keahlian-keahlian spesifik. Katanya, kemampuan mengantisipasi trend baru jauh lebih dibutuhkan ketimbang kemampuan akademis dalam dunia usaha.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Di samping itu juga, aplikasi pengetahuan dalam dunia kerja atau dunia usaha membutuhkan semacam gaya, model, atau tehnik yang lebih “adaptatif” terhadap keadaan spesifik atau perkembangan. Ini bisa terjadi dari mulai hal, misalnya: membuat surat atau korespondensi. Tidak sedikit perusahaan besar yang saya jumpai mendatangkan trainer khusus untuk melatih orang-orangnya dalam membuat surat bisnis. Karena alasan beradaptasi dengan trend, maka perusahaan perlu men-training orang-orangnya. Sebab kalau tidak, perusahaan akan ketinggalan kereta perubahan, menjadi terkesan kurang profesional, atau tidak efektif dalam menangani masalah-masalah baru.<br />
<span id="more-71"></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">2.   Memperbaiki sikap mental terhadap kehidupan dalam dunia kerja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Termasuk dalam pengertian sikap mental ini adalah: cara melihat persoalan, cara menyelesaikan pekerjaan, cara menghadapi orang, kemampuan memotivasi diri, kemampuan mengasah kreativitas di lapangan, dan lain-lain. Dengan membaiknya sikap mental orang-orang yang ada dalam sebuah organisasi kerja, maka ini bisa diharapkan akan dapat memunculkan pola kehidupan kerja yang lebih kondusif terhadap kemajuan usaha. Karena itu, training diperlukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">3.   Mengubah prilaku dan kebiasaan di tempat kerja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Bagian inilah yang sebetulnya menjadi sasaran dari training apapun. Dengan berubahnya isi pikiran dan membaiknya sikap mental, diharapkan dapat terjadi perubahan prilaku hidup atau kebiasaan kerja yang benar-benar memberi kontribusi pada keuntungan, kelancaran, dan kemajuan organisasi.   </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">ISI PIKIRAN – SIKAP MENTAL – KUALITAS AKSI</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Itulah alasan umum mengapa training diadakan. Ketiga alasan di atas dalam prakteknya bisa menjadi unsur yang berdiri sendiri atau bisa berupa semacam kuantum atau juga bisa menjadi semacam rangkaian yang menyatu dalam sebuah program training.</span></p>
<h3 style="text-align:justify;margin:auto 0;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Butuh Kesadaran Learnin</span></span></em><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">g</span></span></em></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Sebenarnya ada satu istilah yang bisa digunakan untuk menjawab masalah semacam itu. Istilah yang saya maksudkan adalah “Kesadaran <em>Learning</em>”. Perlu saya tegaskan, kesadaran <em>learning</em> di sini bukan konsep, bukan istilah ilmiah atau bukan pendekatan teoritis. Kesadaran <em>Learning</em> yang saya maksudkan di sini adalah bukti ketaatan terhadap hukum-hukum Tuhan yang menyangkut perbaikan-diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dengan penjelasan seperti itu, <em>Learning</em> bisa kita artikan sebagai serangkaian usaha yang kita lakukan untuk meraih apa yang kita inginkan dengan menggunakan sumberdaya yang sudah ada berdasarkan keadaan-kontekstual kita secara berproses. Merujuk pada arti seperti ini, ada beberapa pemikiran yang bisa kita jadikan sebagai rujukan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pertama</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">, kalau kita menginginkan menjadi orang yang selalu termotivasi, maka yang harus kita lakukan adalah selalu memotivasi diri. Tidak bisa menyerahkan tanggung jawab memotivasi diri ini kepada lembaga training. Kita butuh training yang dapat memotivasi kita tetapi kita tidak bisa mengandalkannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Motivasi itu bisa diibaratkan seperti mandi. Tidak cukup kita hanya mandi sekali. Setelah mandi kita bersih dan ketika nanti kotor lagi, butuh mandi lagi. Sama juga seperti makan. Pengalaman Peter Davis mengatakan, “Motivasi merupakan makanan bagi otak kita. Tidak cukup kita hanya memberikan makan sekali.  Otak kita membutuhkan makan secara terus menerus dan teratur.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kedua</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">, memotivasi diri tidak bisa dilakukan dengan hanya memotivasi diri. Untuk memotivasi diri dibutuhkan sesuatu yang dapat memotivasi kita. Karena itu, ciptakan sesuatu yang hendak anda raih agar anda termotivasi. Sesuatu yang ingin anda raih ini dalam bahasa yang lebih umum disebut tujuan (<em>goal</em>). Kata Charles Schwabb, jika seseorang sudah memiliki tujuan yang jelas, orang itu akan lupa makan paginya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kesadaran usaha dan tujuan (mencapai keinginan) adalah dua poin mendasar yang bisa dikiaskan pada hal-hal lain. Training spiritualitas tidak bisa membuat kesalehan anda meningkat. Kalaupun ya, itu hanya sementara. Untuk membuatnya menjadi langgeng, harus ada kesadaran berusaha. Di samping itu, dibutuhkan tujuan hidup yang dinamis. Sulit kita men-sholeh-kan diri dengan hanya men-sholeh-kan. Harus ada tujuan yang hendak kita capai. Dengan begitu, karakter kita terbentuk seiring dengan proses. Saya ingat ucapan Helen Keller begini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> “Karakter tidak bisa dibentuk dengan mudah dan dalam waktu yang singkat. Hanya melalui serangkaian pengalaman, penderitaan dan kesalahan, jiwa ini bisa diperkuat, visi ini bisa diperjelas, ambisi ini bisa dibangkitkan, dan prestasi ini bisa dicapai.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Ketiga</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">, perlu disesuaikan dengan keadaan personal / keadaan-kontekstual. Ini bisa berlaku bagi individu dan organisasi. Artinya apa? Artinya, menerapkan materi-materi training dalam kehidupan kita setelah kita meninggalkan ruangan training beberap minggu atau beberapa bulan butuh semacam adaptasi dengan keadaan kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Saya ingin memberi contoh, misalnya saja motivasi dan tujuan. Di atas saya singgung bahwa agar kita selalu termotivasi, maka dibutuhkan tujuan hidup atau sasaran. Tapi di sini perlu dicatat bahwa tujuan atau sasaran itu tidak sembarang tujuan. Tujuan yang bisa memotivasi diri kita adalah tujuan yang benar-benar cocok atau klop dengan keadaan personal kita hari ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Begitu juga dengan organisasi. Menurut pengalaman kawan saya yang kebetulan menjadi konsultan di beberap perusahaan besar, bahwa kemampuan menyesuaikan dengan keadaan kontekstual, menjadi vital. Katanya, training yang mahal dari luar negeri sekalipun tidak bisa diterapkan langsung seratus persen di perusahaan domestik / lokal. Tetap saja perlu penyesuaian-penyesuaian di lapangan. Ada ungkapan yang patut direnungkan. Ungkapan itu mengatakan: <em>“training is general but learning is personal”.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Keempat</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">, perlu ada kesadaran menaati proses. Materi yang disampaikan oleh trainer kepada kita adalah materi yang berbentuk pengetahuan, wawasan, pemikiran, dan sebangsanya. Kemampuan pengetahuan ini dalam menghasilkan prilaku secara langsung, amatlah kecil. Agar bisa menghasilkan prilaku yang kontinyu atau kebiasaan, umumnya harus melewati jalur yang bernama kesadaran berproses (transformasi diri). Kata, Dietrich Bonhoeffer,“Tindakan tidak lahir dari pemikiran tetapi lahir dari kesediaan untuk bertanggung jawab.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kelima,</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> menggunakan sumberdaya yang sudah ada. Yang disebut menjalani proses pembelajaran itu adalah ketika kita ingin memperbaiki diri tanpa harus menunggu datangnya keadaan ideal. Atau, menjadikan datangnya keadaan ideal sebagai syarat untuk memperbaiki diri. Saya melihat ini yang kerap menjebak kita. Kita ingin memacu diri tetapi menunggu kalau gaji naik, menunggu kalau lingkungan kerja sudah bagus, dan seterusnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Jika kita berpikir semacam itu, masalahnya bukan soal benar atau salah. Masalahnya adalah, kebiasaan menunggu atau menjadikan faktor eksternal sebagai syarat, akan berpotensi membuat proses pembelajaran di dalam diri kita mandek. Dan kalau sudah mandek, setan gampang menggoda kita untuk menikmati kemalasan, menuding ke pihak lain sebagai pembenar atas kemalasan kita, dan seterusnya. <em>Be careful!</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Oleh: Ubaydillah AN, E-psikologi.com</span></p>
<p> </p>
<p></span></h2>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dragoninspiration.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dragoninspiration.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dragoninspiration.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dragoninspiration.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dragoninspiration.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dragoninspiration.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dragoninspiration.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dragoninspiration.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dragoninspiration.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dragoninspiration.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dragoninspiration.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dragoninspiration.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dragoninspiration.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dragoninspiration.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dragoninspiration.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dragoninspiration.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=71&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/04/training-tanpa-learning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c8298543b10d5fc5263a26e448fd200?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hrddragon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JADILAH YANG 3%</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/01/jadilah-yang-3/</link>
		<comments>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/01/jadilah-yang-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 09:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hrddragon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragoninspiration.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Suatu studi tetang goals dilakukan oleh Mark McCormack kepada para lulusan MBA di Havard Business School, sekolah bisnis paling ternama di dunia antara tahun 1979 dan 1989.  Pada tahun 1979, para lulusan MBA tersebut ditanya, “ Apakah anda telah menyusun suatu rencana yang jelas, spesifik dan tertulis tentang masa depan anda dan perencanaan tentang bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=69&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Suatu studi tetang goals dilakukan oleh Mark McCormack kepada para lulusan MBA di Havard Business School, sekolah bisnis paling ternama di dunia antara tahun 1979 dan 1989.<span>  </span>Pada tahun 1979, para lulusan MBA tersebut ditanya, “ Apakah anda telah menyusun suatu rencana yang jelas, spesifik dan tertulis tentang masa depan anda dan perencanaan tentang bagaimana merealisasikan rencana tersebut?” Hasilnya, 3% menyatakan telah memiliki goals yang spesifik, jelas dan tertulis; 13% menyatakan telah memilih goals yang spesifik dan jelas tapi tidak tertulis; 84% menyatakan belum memiliki dan menyusun rencana tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1989, periset melakukan wawancara degan semua responden yang telah ditanyainya dulu.<span>  </span>Hasilnya, 13% yang menyatakan telah memiliki goals yang spesifik dan jelas tetapi tidak tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata 2 kali lipat besarnya dari mereka yang 84% tadi.<span>  </span>Hal yang mengejutkan adalah, 3% lulusan MBA yang menyatakan telah memiliki goals yang spesifik, jelas, dan tertulis, memiliki penghasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipat dari 97% lulusa MBA lainnya.<span>  </span>Perbedaan paling utamanya adalah, mereka yang masuk 3% ini telah memiliki goals yang jelas, spesifik dan tertulis.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dragoninspiration.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dragoninspiration.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dragoninspiration.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dragoninspiration.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dragoninspiration.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dragoninspiration.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dragoninspiration.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dragoninspiration.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dragoninspiration.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dragoninspiration.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dragoninspiration.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dragoninspiration.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dragoninspiration.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dragoninspiration.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dragoninspiration.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dragoninspiration.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=69&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/01/jadilah-yang-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c8298543b10d5fc5263a26e448fd200?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hrddragon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>THE POWER OF GOALS</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/01/the-power-of-goals/</link>
		<comments>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/01/the-power-of-goals/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 09:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hrddragon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragoninspiration.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Goals bukanlah sekadar mimpi-mimpi indah, goals adalah cita-cita yang disertai tindakan-tindakan yang jelas untuk mencapainya.  Goals adalah mimpi yang mempunyai batasan waktu (deadline). Goals adalah pernyataan kuat yang berisi semangat untuk mewujudkannya seperti, “Saya harus mencapai itu dalam waktu 3 tahun dari sekarang.” Goals merupakan perpaduan antara tujuan hidup anda dengan perencanaan yang rinci dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=67&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Goals bukanlah sekadar mimpi-mimpi indah, goals adalah cita-cita yang disertai tindakan-tindakan yang jelas untuk mencapainya.<span>  </span>Goals adalah mimpi yang mempunyai batasan waktu (deadline). Goals adalah pernyataan kuat yang berisi semangat untuk mewujudkannya seperti, “Saya harus mencapai itu dalam waktu 3 tahun dari sekarang.” Goals merupakan perpaduan antara tujuan hidup anda dengan perencanaan yang rinci dan matang tentang bagaimana anda mencapai tujuan tersebut.<span>  </span>Goals akan membawa anda dari posisi anda sekarang berada ke posisi yang akan anda inginkan pada masa datang.<span>  </span>Goals MUTLAK diperlukan bagi tercapainya kesuksesan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Anda tentu tahu perusahaan besar seperti Sony Corporation, sebuah perusahaan raksasa elektronik dunia.<span>  </span>Keberhasilan perusahaan ini adalah buah dari goals yang jelas dan kerja keras mereka selama puluhan tahun.<span>  </span>Sebuah perusahaan yang berhasil, tidak akan melihat kondisi perusahaan tersebut dalam tahun ini atau tahun depan saja, tetapi ia sudah mencanangkan target untuk 10 tahun mendatang..<span>  </span>VISUALISASI, itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya.<span>  </span>Apa yang terjadi pada perusahaan tersebut saat ini merupakan hasil dari VISUALISASI para pemimpin perusahaan 10 tahun yang lalu.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekarang mari kita berefleksi.<span>  </span>Pernahkah kita memikirkan, membayangkan, mencita-citakan dan merencanakan kehidupan anda 5-10 tahun lagi? Baik dari sisi keuangan, keluarga, sosial kemasyarakatan, kesehatan, jabatan di tempat kerja dll?<span>  </span>Jika belum, mulailah dari sekarang untuk menentukan masa depan anda.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dragoninspiration.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dragoninspiration.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dragoninspiration.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dragoninspiration.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dragoninspiration.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dragoninspiration.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dragoninspiration.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dragoninspiration.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dragoninspiration.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dragoninspiration.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dragoninspiration.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dragoninspiration.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dragoninspiration.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dragoninspiration.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dragoninspiration.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dragoninspiration.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=67&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/01/the-power-of-goals/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c8298543b10d5fc5263a26e448fd200?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hrddragon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEMANA TUJUAN KAMU?</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/01/kemana-tujuan-kamu/</link>
		<comments>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/01/kemana-tujuan-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 09:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hrddragon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragoninspiration.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Dipersimpagan jalan di perbatasan kota, seorang anak muda yang sedang mengendarai mobilnya berhenti.  Ia terlihat kebingungan, sementara itu di salah satu sudut jalan di bawah pohon rindang terlihat seorang kakek bijak sedang duduk santai sambil menghisap kreteknya.  Sang anak muda menghampiri sang kakek dan bertanya, “Kek, jalan mana yang harus saya ambil?” Kakek itu balik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=64&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://dragoninspiration.files.wordpress.com/2008/08/13.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-65" src="http://dragoninspiration.files.wordpress.com/2008/08/13.jpg?w=179&#038;h=176" alt="" width="179" height="176" /></a>Dipersimpagan jalan di perbatasan kota, seorang anak muda yang sedang mengendarai mobilnya berhenti.<span>  </span>Ia terlihat kebingungan, sementara itu di salah satu sudut jalan di bawah pohon rindang terlihat seorang kakek bijak sedang duduk santai sambil menghisap kreteknya.<span>  </span>Sang anak muda menghampiri sang kakek dan bertanya, “Kek, jalan mana yang harus saya ambil?” Kakek itu balik bertanya, “Kamu ingin pergi kemana?” “Tidak tahu” jawab anak muda itu.<span>  </span>Kakek bijak itu pun berfikir sejenak dan kemudian menjawab, “Jika kamu tidak tahu mau kemana, tidak menjadi masalah kalau kamu belok ke kiri atau ke kanan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Tepat khan jawaban si Kakek… Tidak akan menjadi masalah jalan mana yang akan anda pilih, selama anda sendiri tidak memiliki tujuan yang jelas dan pasti.<span>  </span>Dalam 2 sampai 5 tahun yang akan datang anda menginginkan kehidupan yang seperti apa.<span>  </span>Kalau anda tidak mempunyai gambaran, anda tidak akan pernah salah dalam menjalani hidup ini.<span>  </span>Terserah anda mau melakukan apa itu pasti benar alias tidak salah.<span>  </span>Karena anda tidak ada tujuan.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berbeda jika anda punya tujuan, misalnya <strong>2 tahun yang akan datang (24 bulan) Anda harus mempunyai tabungan 50 juta</strong>. Penghasilan anda sekarang adalah 6 juta, karena penghasilan anda 4 juta dan istri anda 2 juta dan tidak ada pemasukan lain. Kalau anda menabung per bulan 2 juta maka dalam waktu 24 bulan tabungan anda baru 48 juta (tanpa hitung bunga belum genap 50 juta). Jadi kalau dalam sebulan anda hanya menabung 1 juta, maka bisa dianggap JALAN ANDA BELUM BENAR.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dragoninspiration.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dragoninspiration.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dragoninspiration.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dragoninspiration.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dragoninspiration.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dragoninspiration.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dragoninspiration.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dragoninspiration.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dragoninspiration.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dragoninspiration.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dragoninspiration.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dragoninspiration.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dragoninspiration.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dragoninspiration.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dragoninspiration.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dragoninspiration.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=64&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/08/01/kemana-tujuan-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c8298543b10d5fc5263a26e448fd200?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hrddragon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dragoninspiration.files.wordpress.com/2008/08/13.jpg?w=235" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Setiap Orang Punya Masalah</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/07/28/setiap-orang-punya-masalah/</link>
		<comments>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/07/28/setiap-orang-punya-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 04:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hrddragon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragoninspiration.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Ibu kehilangan putera tunggalnya. Ia menghadap pimpinan agama di desanya dan berkata, “Adakah sesuatu yang dapat Anda berikan untuk mengurangi penderitaan yang saya rasakan?” “Ya”’ katanya. “Ada sesuatu yang bagus sekali yang dapat Anda lakukan. Saya ingin agar engkau pergi dan menemukan biji sesawi dari sebuah rumah yang tak mempunyai masalah. Biji sesawi dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=59&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang Ibu kehilangan putera tunggalnya. Ia menghadap pimpinan agama di desanya dan berkata, “Adakah sesuatu yang dapat Anda berikan untuk mengurangi penderitaan yang saya rasakan?”</p>
<p>“Ya”’ katanya. “Ada sesuatu yang bagus sekali yang dapat Anda lakukan. Saya ingin agar engkau pergi dan menemukan biji sesawi dari sebuah rumah yang tak mempunyai masalah. Biji sesawi dari rumah seperti itu dapat mencegah segala masalah. Bila Engkau menemukanya, hantarkanlah kepadaku dan saya akan menggunakannya untuk menyembuhkan penderitaanmu.”</p>
<p>Maka ibu itu keluar dan mendatangi sebuah rumah mewah. Tampaknya tidak mungkin ada sesuatu yang kurang dalam rumah ini! Ia mengetuk pintu, mengutarakan niatnya, dan mereka menjawab, “Anda salah alamat.” Kemudian mereka menguraikan kepadanya semua masalah yang mereka alami.</p>
<p>Ketika ia mendengar permasalahan mereka, ia berfikir, “Sekarang saya tahu sesuatu tentang masalah-masalah …. Mungkin saya dapat menolong orang-orang ini dengan bantuan masalah-masalah mereka sendiri.” Karena itu, ia mendengarkankan mereka; dan ini membantu orang-orang itu.</p>
<p>Tetapi sesungguhnya ia bertekad mencari biji sesawi ajaib itu, karena dalam usaha untuk menolong orang lain memecahkan persoalan-persoalan mereka, ia melupakan semua kesulitan yang dialaminya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dragoninspiration.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dragoninspiration.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dragoninspiration.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dragoninspiration.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dragoninspiration.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dragoninspiration.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dragoninspiration.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dragoninspiration.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dragoninspiration.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dragoninspiration.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dragoninspiration.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dragoninspiration.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dragoninspiration.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dragoninspiration.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dragoninspiration.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dragoninspiration.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=59&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/07/28/setiap-orang-punya-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c8298543b10d5fc5263a26e448fd200?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hrddragon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REKENING BANK PRIBADI</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/07/28/rekening-bank-pribadi/</link>
		<comments>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/07/28/rekening-bank-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 03:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hrddragon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Human Relation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragoninspiration.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin bahwa anda semua mempunyai rekening di bank entah diisi atau tidak yang penting punya, itu berarti anda semua sangat faham tentang bagaimana pengisian dan penarikan terhadap rekening anda. Bagaimana perasaan Anda tentang diri sendiri adalah seperti rekening bank. Sebut saja rekening bank pribadi (RBP). Sama seperti rekening koran atau rekening tabungan di Bank, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=54&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dragoninspiration.files.wordpress.com/2008/07/picture151.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-56" src="http://dragoninspiration.files.wordpress.com/2008/07/picture151.jpg?w=143&#038;h=181" alt="" width="143" height="181" /></a>Saya yakin bahwa anda semua mempunyai rekening di bank entah diisi atau tidak yang penting punya, itu berarti anda semua sangat faham tentang bagaimana pengisian dan penarikan terhadap rekening anda.<br />
Bagaimana perasaan Anda tentang diri sendiri adalah seperti rekening bank.<br />
Sebut saja rekening bank pribadi (RBP). Sama seperti rekening koran atau rekening tabungan di Bank, Anda bisa menyimpan atau melakukan penarikan dari RBP anda lewat hal-hal yang Anda pikirkan, Anda ucapkan dan Anda lakukan. Umpamanya kalau Anda penuhi janji kepada diri sendiri, Anda merasa memegang kendali. Itu adalah simpanan. Sebaliknya, kalau Anda melanggar janji kepada diri sendiri, Anda merasa kecewa dan melakukan penarikan.<br />
<span id="more-54"></span><br />
Marilah kita bertanya dalam diri kita. Bagaimana RBP kita? Seberapa banyak kepercayaan dan keyakinan anda terhadap diri sendiri? Apakah simpanan kita banyak, atau malah bangkrut? Gejala-gejala dibawah ini bisa membantu kita mengevaluasi posisi kita sekarang ini.</p>
<p>Gejala-gejala yang mungkin, dari RBP yang defisit:<br />
1. Kita mudah takluk kalau ditekan orang lain.<br />
2. Kita bergumul dengan perasaan-perasaan depresi serta rendah diri.<br />
3. Kita terlalu mengkawatirkan apa kata orang tentang kita.<br />
4. Kita bersikap sombong untuk menutupi perasaan kita yang tidak nyaman.<br />
5. Kita mudah cemburu, terutama kalau seseorang yang dekat dengan kita sukses.<br />
Gejala-gejala yang mungkin dari RBP yang sehat:<br />
1. Kita berpegang pada prinsip dan tidak mudah ditekan sesama.<br />
2. Kita tidak pernah memusingkan tentang popularitas kita.<br />
3. Memandang kehidupan sebagai pengalaman positif.<br />
4. Percaya pada diri sendiri.<br />
5. Mengarah pada sasaran<br />
6. Berempati terhadap orang lain.</p>
<p>Kalau RBP kita sedikit saldonya, jangan berkecil hati. Marilah kita mulai pada saat ini dengan menyimpan sedikit demi sedikit. Akhirnya kita akan mendapatkan kepercayaan diri kita lagi. Simpanan-simpanan kecil dalam jangka panjang adalah menuju RBP yang sehat serta besar saldonya. Hal-hal yang mungkin bisa kita lakukan adalah:</p>
<p> Penuhi janji pada diri sendiri<br />
Kita harus serius dengan janji-janji kepada diri sendiri maupun kepada orang-orang yang berhubungan dengan kita. Kalau hidup kita merasa tidak terkendali kita harus berfokus pada satu hal yang bisa anda kendalikan – diri kita sendiri.<br />
Buatlah janji kepada diri sendiri dan penuhilah. Mulailah dengan komitmen-komitmen kecil yang Anda tahu bisa Anda penuhi, seperti janji akan bangun pagi, janji untuk menjaga kesehatan dengan berolah raga, ataupun janji untuk mengatur pengeluaran. Setelah kepercayaan kepada diri sendiri mulai tumbuh, kita baru bisa membuat janji-janji kepada orang lain yang biasanya itu lebih sulit, misal mentraktir teman, memberikan hadiah kecil kepada orang lain, janji datang tepat waktu dan tidak terlambat, dsb. Memenuhi janji adalah sara kita untuk menjadi orang yang mempunyai Integritas yang tinggi.<br />
 Lakukan perbuatan-perbuatan baik yang kecil-kecil<br />
Saya pernah membaca suatu pernyataan dari seorang psikiater yang mengatakan bahwa kalau Anda depresi, yang terbaik adalah melakukan sesuatu yang terbaik dan menguntungkan bagi orang lain. Mengapa? Karena hal itu membuat Anda terfokus keluar, bukannya kedalam. Efek samping dari melayani orang lain adalah rasa senang. Hal lain yang bisa kita perbuat adalah; menyapa orang yang kesepian yang kita kenal, mengirimkan kartu ucapan terima kasih kepada orang yang telah membuat perbedaan dalam hidup kita seperti teman, guru, atau saudara. Mengambilkan minum ketika teman, adik, suami, istri, ayah, ibu atau siapa saja yang ada didekat kita baru saja melakukan kerja berat.<br />
 Bersikap lembut terhadap diri sendiri<br />
Bersikap lembut itu banyak artinya. Antara lain yang bisa kita perbuat adalah memaafkan diri kita sendiri kalau kita mengalami kegagalan atau kesalahan. Sering kali kita stress dan trauma apabila kita melakukan suatu hal yang menurut kita salah. Tersenyum dan menertawakan kekonyolan atau kekeliruan kita mungkin bisa jadi obat disini.<br />
 Bersikap jujur<br />
Kejujuran banyak bentuknya. Ada kejujuran terhadap diri sendiri yaitu apakah yang orang lain lihat itu asli atau anda tampil dari balik asap dan cermin. Ada kejujuran dari perbuatan kita, antara lain jujur kepada teman sejawat, jujur kepada atasan, jujur kepada anak, jujur kepada istri dll. Dibutuhkan keberanian untuk bersikap jujur ketika orang lain disekitar kita berbuat tidak jujur. Setiap perbuatan jujur adalah ibarat menyimpan dalam RPB kita dan juga membangun kekuatan.<br />
 Memperbaharui diri<br />
Kita harus meluangkan waktu kita untuk diri sendiri, untuk memperbaharui diri serta rileks agar semangat hidup kita tidak hilang. Kita perlu “tempat pelarian” dimana kita bisa memperbaharui semangat kita. Tidak perlu ke tempat-tempat yang mahal seperti nonton di bioskop, pergi ke puncak atau ke diskotek dan lain-lain yang nota bene mengeluarkan banyak biaya. Kita bisa mencari “tempat pelarian” yang tidak mengeluarkan biaya seperti lapangan bola, lari pagi di hari minggu, jalan-jalan ke mall, atau ke gereja, masjid ataupun tempat-tempat ibadah lain. Mencari “tempat pelarian” ini dengan tujuan agar kita fress kembali. Tapi tentunya yang positif.<br />
 Mengembangkan bakat.<br />
Menemukan lalu mengembangkan bakat, hobi, atau minat khusus bisa menjadi salah satu simpanan terbesar yang bisa kita lakukan ke RPB kita. Bakat disini tidak harus yang “spektakuler” sehingga Anda bisa menjadi juara-juara nasional. Membaca, menulis, berbicara, bergaul, main musik, memimpin ataupun badan Anda yang kekar adalah potensi-potensi yang bisa Anda kembangkan. Itu adalah semacam ekspresi diri dan bisa membangun harga diri.</p>
<p>Masih banyak yang bisa kita lakukan untuk selalu menambah Rekening kita. Yang perlu kita ingat adalah bukan masalah seberapa besar kita melakukan sekali transaksi untuk menyimpan, tapi seberapa sering kita menambah dan selalu menambah rekening kita. Marilah kita ingat pepatah “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”.</p>
<p>-nto</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dragoninspiration.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dragoninspiration.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dragoninspiration.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dragoninspiration.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dragoninspiration.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dragoninspiration.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dragoninspiration.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dragoninspiration.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dragoninspiration.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dragoninspiration.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dragoninspiration.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dragoninspiration.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dragoninspiration.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dragoninspiration.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dragoninspiration.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dragoninspiration.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=54&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/07/28/rekening-bank-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c8298543b10d5fc5263a26e448fd200?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hrddragon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dragoninspiration.files.wordpress.com/2008/07/picture151.jpg?w=200" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BELAJAR DARI ORANG SULIT</title>
		<link>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/07/28/belajar-dari-orang-sulit/</link>
		<comments>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/07/28/belajar-dari-orang-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 01:55:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hrddragon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragoninspiration.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Banyak persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam pekerjaan kita yaitu bagaimana kita berhubungan dengan orang lain.  Jarang kita dalam bekerja tidak berkomunikasi dengan orang lain apapun pekerjaan kita.  Dari interaksi kita dengan orang lain itu sering pula kita menemui orang-orang yang menurut kita &#8220;orang sulit&#8221;.  Sehingga sering terjadi hal-hal yang tidak kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=51&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><a href="http://dragoninspiration.files.wordpress.com/2008/07/picture27.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-52" src="http://dragoninspiration.files.wordpress.com/2008/07/picture27.jpg?w=164&#038;h=121" alt="" width="164" height="121" /></a>Banyak persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam pekerjaan kita yaitu bagaimana kita berhubungan dengan orang lain.<span>  </span>Jarang kita dalam bekerja tidak berkomunikasi dengan orang lain apapun pekerjaan kita.<span>  </span>Dari interaksi kita dengan orang lain itu sering pula kita menemui orang-orang yang menurut kita &#8220;orang sulit&#8221;.<span>  </span>Sehingga sering terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan yang bermuara pada konflik baik dalam sekala kecil maupun sekala besar.<span>  </span>Pada hal itu TIDAK KITA INGINKAN.</span></p>
<p><span id="more-51"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Coba Anda perhatikan penggalan cerita ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Alkisah ada seorang raja yang sedang sakit mata, dia memanggil setiap tabib di seluruh kerajaan untuk menyembuhkan matanya.<span>  </span>Tapi tak satupun tabib itu yang berhasil menyembuhkan mata si raja.<span>  </span>Maka diputuskan untuk memanggil tabib yang berasal dari luar kerajaannya.<span>  </span>Lalu oleh salah seorang tabib, raja di sarankan untuk sesering mungkin melihat benda-benda berwarna hijau agar matanya cepat sembuh. &#8220;Ah ?. Itu hal yang sangat mudah dilakukan&#8221; pikir Si Raja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Seketika itu juga diperintahkanlah seluruh rakyatnya untuk mengecat rumah-rumah mereka dengan warna hijau dan semua benda, pohon-pohon dan sebagainya berwarna hijau.<span>  </span>Tapi apa yang terjadi ??.. perintah raja tidak secepat pengerjaannya.<span>  </span>Setiap hari ada saja yang belum dicat hijau dan tidak semua hal bisa di cat hijau.<span>  </span>Raja pun marah-marah kena apa hal itu sulit dilakukan.<span>  </span>Dipanggillah kembali tabib tadi dan di katakan kesulitanya.<span>  </span>Maka tabibpun angkat bicara, &#8220;Baginda Raja, saya rasa baginda tidak bisa merubah semuanya ini sesuai dengan kehendak baginda semuanya berwarna hijau.<span>  </span>Karena akan banyak daun dan batang pohon yang setiap hari tumbuh dan tidak selalu berwarna hijau.<span>  </span>Itu semua Tuhan yang mengatur. Maksud saya baginda harus sering pergi ke desa-desa untuk melihat hijaunya alam baginda.<span>  </span>Sehingga mata Baginda menjadi sehat kembali.&#8221;<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Tapi saya ini orangnya sangat sibuk, dan tidak akan ada waktu untuk pergi mengunjugi desa-desa itu&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Baiklah baginda kalau memang demikian ini saya berikan suatu benda yang harus Baginda yang harus baginda kenakan setiap hari di mata Baginda&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Lalu tabib itu memberikan sebuah Kaca Mata yang kacanya berwarna Hijau kepada raja, lalu dipakailah kaca mata itu dan semuanya menjadi Hijau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Cerita diatas hanya ingin mengatakan bahwa kita tidak akan mampu merubah semua yang berada diluar diri kita sesuai dengan kehendak kita.<span>  </span>Tapi yang bisa kita lakukan adalah merubah diri kita, salah satunya dengan mengganti &#8220;KACA MATA&#8221; kita dalam melihat sesuatu.<span>  </span>Kita bisa mengatakan bahwa orang itu adalah orang sulit tapi apakah kita pernah bertanya apakah saya termasuk juga orang sulit?<span>  </span>Bisa jadi orang-orang disekitar kita adalah orang sulit TERMASUK KITA!!!<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Lalu apa batasannya orang sulit itu???<span>  </span>Apa kriterianya???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab karena masing-masing punya persepsi yang berbeda dalam memandang &#8220;si orang sulit itu&#8221;.<span>  </span>Karena agak susah untuk membahas hal ini, yang bisa kita lakukan sekarang adalah BERFIKIR POSITIF dengan cara mengambil manfaat dari interaksi kita dengan orang yang kita anggap sebagai orang sulit itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pembicara terkenal Gede Prama menuliskan beberapa pemahaman sebagai berikut:<br />
 <br />
<strong><em>Pertama</em></strong>, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai  menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><br />
<strong><em>Kedua</em></strong>, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar. Sebagaimana sering diceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar (sabar). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pengalaman saya ketika memfasilitasi sebuah training/pelatihan ada beberapa mahasiswa yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Banyak cara yang mereka gunakan untuk menguji dan mengrkritik instruktur atau fasilitator. Pertama saya agak geram juga tetapi lama kelamaan jadi kebal. </span></p>
<p class="WW-NormalWeb" style="margin:5pt 0;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ketiga</span></em></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Tidak bermaksud mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Orang akan menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.    </span></p>
<p class="WW-NormalWeb" style="margin:5pt 0;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Keempat</span></em></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja,berhadapan dengan tukang menghina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.</span></p>
<p class="WW-NormalWeb" style="margin:5pt 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><br />
<strong><em>Kelima</em></strong>, dengan sedikit rasa dendam yang positif  manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. </p>
<p></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:medium none;border-left:medium none;border-bottom:black 1pt double;padding:0 0 1pt;">
<p class="WW-NormalWeb" style="margin:5pt 0;padding:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau kita berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ? </span></p>
<p class="WW-NormalWeb" style="margin:0;padding:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">By Anto</span></p>
<p class="WW-NormalWeb" style="margin:0;padding:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ref: Gde Prama, Orang Brengsek Guru Sejati</span></p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dragoninspiration.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dragoninspiration.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dragoninspiration.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dragoninspiration.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dragoninspiration.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dragoninspiration.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dragoninspiration.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dragoninspiration.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dragoninspiration.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dragoninspiration.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dragoninspiration.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dragoninspiration.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dragoninspiration.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dragoninspiration.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dragoninspiration.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dragoninspiration.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dragoninspiration.wordpress.com&amp;blog=4171155&amp;post=51&amp;subd=dragoninspiration&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragoninspiration.wordpress.com/2008/07/28/belajar-dari-orang-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c8298543b10d5fc5263a26e448fd200?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hrddragon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dragoninspiration.files.wordpress.com/2008/07/picture27.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
