Dia menjadi sangat marah, “Saya tidak mau hidup dengan makhluk itu.” Jadi, dia mencoba menangkap makhluk itu dengan berbagai cara, tapi sia-sia. Akhirnya, tokek itu bersembunyi di balik lemari. Orang itu malas untuk meminta bantuan dari orang lain. Namun, dalam kebingungan yang tak beralasan ini, tiba-tiba muncul gagasan bagus dari otaknya, yakni untuk berteman dengan tokek itu. Awalnya memang tidak mudah.
Hal pertama yang dilakukannya bila ia memasuki ruangan adalah mencari tokek itu, kemudian menyapanya, setelah itu dia bahkan memberinya nama. Dalam waktu singkat, tokek itu hampir menjadi teman bercakap-cakap. Kemudian dia juga mulai mencatat beberapa perbaikan dari tokek itu, misalnya bahwa dia mengurangi jumlah nyamuk di ruangan itu, menemaninya mengisi kesepian di ruangan itu dan kadang-kadang membangunkannya diwaktu pagi sehingga tidak telat ke kantor. Setelah beberapa saat, orang itu mulai menyadari bahwa masalah yang dahulu muncul tidak berasal dari lingkungan di sekitarnya tapi dari dalam dirinya sendiri.
Realitas diciptakan oleh pikiran, kita bisa mengubah realitas dengan cara mengubah pikiran kita.
