DRAGON INSPIRATION

November 12, 2008

Pelajaran Pertama Kepemimpinan

Filed under: Uncategorized — hrddragon @ 10:51 am
Tags:


Seorang raja yang sudah memasuki usia senja sedang mempersiapkan
putranya agar suatu ketika kelak dapat menggantikan dirinya. Ia
mengirim putranya pada seorang bijak untuk belajar mengenai
kepemimpinan.

Setelah menempuh perjalanan panjang, bertemulah putra mahkota ini
dengan si orang bijak. ”Aku ingin belajar padamu cara memimpin
bangsaku,” katanya. Orang bijak menjawab, ”Masuklah engkau ke
dalam hutan dan tinggallah disana selama setahun. Engkau akan
belajar mengenai kepemimpinan.”

Setahun berlalu. Kembalilah putra mahkota ini menemui si orang
bijak. ”Apa yang sudah kau pelajari?” tanya orang bijak. ”Saya
sudah belajar bahwa inti kepemimpinan adalah mendengarkan,”
jawabnya. ”Lantas, apa saja yang sudah engkau dengarkan?” ”Saya
sudah mendengarkan bagaimana burung-burung berkicau, air mengalir,
angin berhembus dan serigala melonglong di malam hari,”
jawabnya. ”Kalau hanya itu yang engkau dengarkan berarti engkau
belum memahami arti kepemimpinan. Kembalilah ke hutan dan tinggallah
disana satu tahun lagi,” kata si orang bijak.

Walaupun penuh keheranan, putra mahkota ini kembali mengikuti saran
tersebut. Setahun berlalu dan kembalilah ia pada si orang
bijak. ”Apa yang sudah kau pelajari,” tanya orang bijak. ”Saya
sudah mendengarkan suara matahari memanasi bumi, suara bunga-bunga
yang mekar merekah serta suara rumput yang menyerap air. ”Kalau
begitu engkau sekarang sudah siap menggantikan ayahmu. Engkau sudah
memahami hakekat kepemimpinan,” kata si orang bijak seraya memeluk
sang putra mahkota.

Syarat utama kepemimpinan adalah kemampuan mendengarkan. Manusia
diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut. Ini adalah isyarat
bahwa kita perlu mendengar dua kali sebelum berbicara satu kali.
Mulut juga didisain tertutup sementara telinga kita dibuat terbuka.
Ini juga pertanda bahwa kita perlu lebih sering menutup mulut dan
membuka telinga.

Prinsip dasar inilah yang sebetulnya perlu dipahami oleh seorang
pemimpin dimana pun ia berada, apakah ia memimpin negara,
perusahaan, organisasi, rumah tangga maupun diri sendiri. Semua
masalah yang terjadi di dunia ini senantiasa bermula dari satu hal:
Kita terlalu banyak bicara tapi kurang mau mendengarkan orang lain.
Kita memiliki terlalu banyak statement (pernyataan), tetapi terlalu
sedikit statesman (negarawan) yang ditandai dengan kemauan untuk
mendengarkan pihak lain.

Tetapi, mendengarkan dengan telinga sebenarnya baru merupakan
tingkat pertama mendengarkan. Seperti yang ditunjukkan dalam cerita
di atas, seorang pemimpin bahkan dituntut untuk dapat mendengarkan
hal-hal yang tak bisa didengarkan, menangkap hal-hal yang tak dapat
ditangkap, serta merasakan hal-hal yang tak dapat dirasakan oleh
orang kebanyakan.

Seorang pemimpin perlu mendengarkan dengan mata. Inilah tingkat
kedua mendengarkan. Dalam proses komunikasi ada banyak hal yang
tidak dikatakan tapi sering ditunjukkan dengan tingkah laku dan
bahasa tubuh. Orang mungkin mengatakan tidak keberatan memenuhi
permintaan Anda, tapi bahasa tubuhnya menunjukkan hal yang
sebaliknya.

Seorang karyawan yang merasa gajinya terlalu rendah mungkin tidak
menyampaikan keluhannya dalam bentuk kata-kata tetapi dalam bentuk
perbuatan. Seorang yang merasa bosan dengan lawan bicaranya juga
sering menunjukkan kebosanan itu lewat gerakan tubuhnya. Nah, kalau
Anda tidak dapat menangkap tanda-tanda ini, Anda belum memiliki
kepekaan yang diperlukan sebagai pemimpin.

Tingkat ketiga adalah mendengarkan dengan hati. Inilah tingkat
mendengarkan yang tertinggi. Penyair Kahlil Gibran menggambarkan hal
ini dengan mengatakan: ”Adalah baik untuk memberi jika diminta,
tetapi jauh lebih baik bila kita memberi tanpa diminta.” Kita
memberikan sesuatu kepada orang lain karena penghayatan, rasa empati
dan kepekaan kita akan kebutuhan orang lain. Disini orang tak perlu
mengatakan atau menunjukkan apapun. Kitalah yang langsung dapat
menangkap apa yang menjadi kebutuhannya. Komunikasi berlangsung dari
hati ke hati dengan menggunakan ”kecepatan cahaya”.

Sayang, amat jarang pemimpin di Indonesia yang memiliki kepekaan
ini. Jangankan di level ketiga, untuk sampai ke level pertama yaitu
mendengarkan dengan telinga saja masih banyak yang belum mampu.
Lihatlah apa yang terjadi pada masyarakat kita. Berbagai bencana
yang dialami masyarakat, mulai dari banjir, gempa bumi, flu burung,
hingga demam berdarah tidak ditanggapi pemerintah dengan serius.

Bahkan himbauan dari berbagai kelompok masyarakat kepada para
politisi tertentu agar tidak mencalonkan diri karena tergolong
politisi busuk dan pelaku KKN dianggap sebagai angin lalu. Orang-
orang ini – bahkan yang sudah terbukti tidak mampu sekalipun – masih
ngotot mencalonkan dirinya sebagai presiden. Karena itu, marilah
kita berdoa agar negara ini tidak lagi dipimpin oleh orang
yang ”tuli”, ”bisu” dan ”buta”. Apalagi oleh orang
yang ”buta” hati nuraninya dan hanya memikirkan kepentingan
dirinya sendiri.

Sumber: Pelajaran Pertama Kepemimpinan oleh Arvan Pradiansyah, pengamat kepemimpinan dan penulis
buku You Are A Leader!

diambil : http://forum.wintersat.com/hikmah-motivation-inspired-story/216-arti-sebuah-kepemimpinan.html

August 20, 2008

MERUBAH DIRI

Filed under: Motivasi — hrddragon @ 4:52 am

Seorang karyawan pergi ke India dalam rangka tugas dari kantor. Namun, dalam waktu singkat, dia mengalami benturan kebudayaan. Segala sesuatu menjadi sangat menjengkelkan dia. Iklim, makanan, kondisi hidup, wajah-wajah aneh yang misterius di sekitarnya. Tapi hal yang membuatnya marah sebenarnya adalah hal yang remeh. Mereka memberinya sebuah kamar, dan ketika pindah ke sana dia memeriksa setiap sudut dan celah dan sangat terkejut ketika dia melihat seekor tokek yang besar, gemuk dan jelek.

Dia menjadi sangat marah, “Saya tidak mau hidup dengan makhluk itu.” Jadi, dia mencoba menangkap makhluk itu dengan berbagai cara, tapi sia-sia. Akhirnya, tokek itu bersembunyi di balik lemari. Orang itu malas untuk meminta bantuan dari orang lain. Namun, dalam kebingungan yang tak beralasan ini, tiba-tiba muncul gagasan bagus dari otaknya, yakni untuk berteman dengan tokek itu. Awalnya memang tidak mudah.

Hal pertama yang dilakukannya bila ia memasuki ruangan adalah mencari tokek itu, kemudian menyapanya, setelah itu dia bahkan memberinya nama. Dalam waktu singkat, tokek itu hampir menjadi teman bercakap-cakap. Kemudian dia juga mulai mencatat beberapa perbaikan dari tokek itu, misalnya bahwa dia mengurangi jumlah nyamuk di ruangan itu, menemaninya mengisi kesepian di ruangan itu dan kadang-kadang membangunkannya diwaktu pagi sehingga tidak telat ke kantor. Setelah beberapa saat, orang itu mulai menyadari bahwa masalah yang dahulu muncul tidak berasal dari lingkungan di sekitarnya tapi dari dalam dirinya sendiri.
Realitas diciptakan oleh pikiran, kita bisa mengubah realitas dengan cara mengubah pikiran kita. 

 

 

 

August 4, 2008

Training Tanpa Learning

Filed under: Uncategorized — hrddragon @ 3:09 am

Mengapa Training Dibutuhkan?

Berdasarkan teori yang “standar”, training itu dibutuhkan dengan alasan-alasan di bawah ini:

 

1.   Menambah pengetahuan atau mengisi pengetahuan baru. 

Dunia kerja atau dunia usaha mengalami lompatan perkembangan yang jauh lebih cepat dari lompatan yang terjadi pada dunia akademis.  Banyak hal baru yang belum pernah ada bukunya di sekolah, tetapi sudah muncul dalam dunia kerja atau dunia usaha, terutama sekali yang ada hubungannya dengan teknologi atau keahlian-keahlian spesifik. Katanya, kemampuan mengantisipasi trend baru jauh lebih dibutuhkan ketimbang kemampuan akademis dalam dunia usaha.  

Di samping itu juga, aplikasi pengetahuan dalam dunia kerja atau dunia usaha membutuhkan semacam gaya, model, atau tehnik yang lebih “adaptatif” terhadap keadaan spesifik atau perkembangan. Ini bisa terjadi dari mulai hal, misalnya: membuat surat atau korespondensi. Tidak sedikit perusahaan besar yang saya jumpai mendatangkan trainer khusus untuk melatih orang-orangnya dalam membuat surat bisnis. Karena alasan beradaptasi dengan trend, maka perusahaan perlu men-training orang-orangnya. Sebab kalau tidak, perusahaan akan ketinggalan kereta perubahan, menjadi terkesan kurang profesional, atau tidak efektif dalam menangani masalah-masalah baru.
(more…)

August 1, 2008

JADILAH YANG 3%

Filed under: Kepemimpinan — hrddragon @ 9:39 am

Suatu studi tetang goals dilakukan oleh Mark McCormack kepada para lulusan MBA di Havard Business School, sekolah bisnis paling ternama di dunia antara tahun 1979 dan 1989.  Pada tahun 1979, para lulusan MBA tersebut ditanya, “ Apakah anda telah menyusun suatu rencana yang jelas, spesifik dan tertulis tentang masa depan anda dan perencanaan tentang bagaimana merealisasikan rencana tersebut?” Hasilnya, 3% menyatakan telah memiliki goals yang spesifik, jelas dan tertulis; 13% menyatakan telah memilih goals yang spesifik dan jelas tapi tidak tertulis; 84% menyatakan belum memiliki dan menyusun rencana tersebut.

Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1989, periset melakukan wawancara degan semua responden yang telah ditanyainya dulu.  Hasilnya, 13% yang menyatakan telah memiliki goals yang spesifik dan jelas tetapi tidak tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata 2 kali lipat besarnya dari mereka yang 84% tadi.  Hal yang mengejutkan adalah, 3% lulusan MBA yang menyatakan telah memiliki goals yang spesifik, jelas, dan tertulis, memiliki penghasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipat dari 97% lulusa MBA lainnya.  Perbedaan paling utamanya adalah, mereka yang masuk 3% ini telah memiliki goals yang jelas, spesifik dan tertulis.

THE POWER OF GOALS

Filed under: Kepemimpinan — hrddragon @ 9:37 am

Goals bukanlah sekadar mimpi-mimpi indah, goals adalah cita-cita yang disertai tindakan-tindakan yang jelas untuk mencapainya.  Goals adalah mimpi yang mempunyai batasan waktu (deadline). Goals adalah pernyataan kuat yang berisi semangat untuk mewujudkannya seperti, “Saya harus mencapai itu dalam waktu 3 tahun dari sekarang.” Goals merupakan perpaduan antara tujuan hidup anda dengan perencanaan yang rinci dan matang tentang bagaimana anda mencapai tujuan tersebut.  Goals akan membawa anda dari posisi anda sekarang berada ke posisi yang akan anda inginkan pada masa datang.  Goals MUTLAK diperlukan bagi tercapainya kesuksesan.

Anda tentu tahu perusahaan besar seperti Sony Corporation, sebuah perusahaan raksasa elektronik dunia.  Keberhasilan perusahaan ini adalah buah dari goals yang jelas dan kerja keras mereka selama puluhan tahun.  Sebuah perusahaan yang berhasil, tidak akan melihat kondisi perusahaan tersebut dalam tahun ini atau tahun depan saja, tetapi ia sudah mencanangkan target untuk 10 tahun mendatang..  VISUALISASI, itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya.  Apa yang terjadi pada perusahaan tersebut saat ini merupakan hasil dari VISUALISASI para pemimpin perusahaan 10 tahun yang lalu. 

Sekarang mari kita berefleksi.  Pernahkah kita memikirkan, membayangkan, mencita-citakan dan merencanakan kehidupan anda 5-10 tahun lagi? Baik dari sisi keuangan, keluarga, sosial kemasyarakatan, kesehatan, jabatan di tempat kerja dll?  Jika belum, mulailah dari sekarang untuk menentukan masa depan anda.

KEMANA TUJUAN KAMU?

Filed under: Kepemimpinan — hrddragon @ 9:30 am

Dipersimpagan jalan di perbatasan kota, seorang anak muda yang sedang mengendarai mobilnya berhenti.  Ia terlihat kebingungan, sementara itu di salah satu sudut jalan di bawah pohon rindang terlihat seorang kakek bijak sedang duduk santai sambil menghisap kreteknya.  Sang anak muda menghampiri sang kakek dan bertanya, “Kek, jalan mana yang harus saya ambil?” Kakek itu balik bertanya, “Kamu ingin pergi kemana?” “Tidak tahu” jawab anak muda itu.  Kakek bijak itu pun berfikir sejenak dan kemudian menjawab, “Jika kamu tidak tahu mau kemana, tidak menjadi masalah kalau kamu belok ke kiri atau ke kanan.”

Tepat khan jawaban si Kakek… Tidak akan menjadi masalah jalan mana yang akan anda pilih, selama anda sendiri tidak memiliki tujuan yang jelas dan pasti.  Dalam 2 sampai 5 tahun yang akan datang anda menginginkan kehidupan yang seperti apa.  Kalau anda tidak mempunyai gambaran, anda tidak akan pernah salah dalam menjalani hidup ini.  Terserah anda mau melakukan apa itu pasti benar alias tidak salah.  Karena anda tidak ada tujuan. 

Berbeda jika anda punya tujuan, misalnya 2 tahun yang akan datang (24 bulan) Anda harus mempunyai tabungan 50 juta. Penghasilan anda sekarang adalah 6 juta, karena penghasilan anda 4 juta dan istri anda 2 juta dan tidak ada pemasukan lain. Kalau anda menabung per bulan 2 juta maka dalam waktu 24 bulan tabungan anda baru 48 juta (tanpa hitung bunga belum genap 50 juta). Jadi kalau dalam sebulan anda hanya menabung 1 juta, maka bisa dianggap JALAN ANDA BELUM BENAR.

July 28, 2008

Setiap Orang Punya Masalah

Filed under: Motivasi — hrddragon @ 4:01 am

Seorang Ibu kehilangan putera tunggalnya. Ia menghadap pimpinan agama di desanya dan berkata, “Adakah sesuatu yang dapat Anda berikan untuk mengurangi penderitaan yang saya rasakan?”

“Ya”’ katanya. “Ada sesuatu yang bagus sekali yang dapat Anda lakukan. Saya ingin agar engkau pergi dan menemukan biji sesawi dari sebuah rumah yang tak mempunyai masalah. Biji sesawi dari rumah seperti itu dapat mencegah segala masalah. Bila Engkau menemukanya, hantarkanlah kepadaku dan saya akan menggunakannya untuk menyembuhkan penderitaanmu.”

Maka ibu itu keluar dan mendatangi sebuah rumah mewah. Tampaknya tidak mungkin ada sesuatu yang kurang dalam rumah ini! Ia mengetuk pintu, mengutarakan niatnya, dan mereka menjawab, “Anda salah alamat.” Kemudian mereka menguraikan kepadanya semua masalah yang mereka alami.

Ketika ia mendengar permasalahan mereka, ia berfikir, “Sekarang saya tahu sesuatu tentang masalah-masalah …. Mungkin saya dapat menolong orang-orang ini dengan bantuan masalah-masalah mereka sendiri.” Karena itu, ia mendengarkankan mereka; dan ini membantu orang-orang itu.

Tetapi sesungguhnya ia bertekad mencari biji sesawi ajaib itu, karena dalam usaha untuk menolong orang lain memecahkan persoalan-persoalan mereka, ia melupakan semua kesulitan yang dialaminya.

REKENING BANK PRIBADI

Filed under: Human Relation — hrddragon @ 3:56 am

Saya yakin bahwa anda semua mempunyai rekening di bank entah diisi atau tidak yang penting punya, itu berarti anda semua sangat faham tentang bagaimana pengisian dan penarikan terhadap rekening anda.
Bagaimana perasaan Anda tentang diri sendiri adalah seperti rekening bank.
Sebut saja rekening bank pribadi (RBP). Sama seperti rekening koran atau rekening tabungan di Bank, Anda bisa menyimpan atau melakukan penarikan dari RBP anda lewat hal-hal yang Anda pikirkan, Anda ucapkan dan Anda lakukan. Umpamanya kalau Anda penuhi janji kepada diri sendiri, Anda merasa memegang kendali. Itu adalah simpanan. Sebaliknya, kalau Anda melanggar janji kepada diri sendiri, Anda merasa kecewa dan melakukan penarikan.
(more…)

BELAJAR DARI ORANG SULIT

Filed under: Uncategorized — hrddragon @ 1:55 am

Banyak persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam pekerjaan kita yaitu bagaimana kita berhubungan dengan orang lain.  Jarang kita dalam bekerja tidak berkomunikasi dengan orang lain apapun pekerjaan kita.  Dari interaksi kita dengan orang lain itu sering pula kita menemui orang-orang yang menurut kita “orang sulit”.  Sehingga sering terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan yang bermuara pada konflik baik dalam sekala kecil maupun sekala besar.  Pada hal itu TIDAK KITA INGINKAN.

(more…)

July 24, 2008

SELF RENEWAL

Filed under: Motivasi — hrddragon @ 2:45 am

Bagi anda yang mempunyai motor atau mobil pasti akan melakukan pergantian-pergantian untuk beberapa sparepart atau bahkan kalau motor atau mobil anda sudah tua anda menggantinya dengan yang baru. Mungkin anda mengganti olinya, mengganti kampas remnya, mengganti saringan udaranya, mengganti bannya, mengganti spionnya dan lain-lain. Semuanya itu bertujuan agar kendaraan anda bisa bekerja dengan optimal dan anda ang memakainya pun juga dibuat nyaman.
(more…)

Next Page »

Blog at WordPress.com.